SMK GULA RAJAWALI MADIUN

BERITA

Pencarian



Kontak


Alamat :

Jalan Yos Sudarso No.62-64 Kota Madiun Komplek PG. Rejo Agung Baru

Telepon :

0351461943 - 08113500421

Fax :

(0351) 461943

Email :

smk.gularajawali@gmail.com

Website :

www.smkgularajawali.sch.id

Media Sosial :


PPDB



Kalender


Juli 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan SMK Gula Rajawali Madiun


Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan, sekolah berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan sebagai sarana pembelajaran sekaligus media praktik bagi peserta didik dalam bidang pertanian, hortikultura, dan perikanan.

Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya berbagai komoditas pangan, tetapi juga menerapkan berbagai inovasi pertanian yang ramah lingkungan, efektif, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas. Setiap komoditas dikelola dengan teknik budidaya yang disesuaikan dengan karakteristik tanaman maupun hewan budidaya, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual serta memahami pentingnya penerapan teknologi dan inovasi di bidang pertanian.

Melalui program ini diharapkan terbentuk budaya peduli lingkungan, kemandirian pangan sekolah, serta meningkatnya kompetensi peserta didik dalam mengelola sumber daya pertanian secara berkelanjutan.

  1. Pisang ( Musa acuminata)
  2. Luas Lahan : 10x10 m
  3. Cara Pengelolaan:
  • Bibit pisang ditanam di area lahan sekolah yang telah disiapkan lubang tanam dan diolah seleblumnya sehingga penyerapan nutrisi menjadi maksimal
  • Dilakukan penjarangan anakan (maksimal 2–3 pohon per rumpun) agar buahnya bisa besar maksimal.​
  1. Inovasi Pertanian:
  • Manfaatkan daun-daun keringnya sebagai mulsa alami di sekitar pangkal pohon
  • Sistem Tebang Pilih Berkelanjutan: Mengatur siklus tanam anakan sehingga sekolah bisa panen pisang sepanjang tahun tanpa jeda terlalu lama.​

 

  1. Selada ( Lactuca sativa )
  2. Luas Lahan : 1,5x8 m​
  3. Cara Pengelolaan:
  • ​Karena butuh air yang konsisten tapi tidak boleh becek, selada sangat cocok ditaruh di area dekat sumber air.​
  • Menggunakan naungan (paranet) jika matahari terlalu terik agar daun tidak pahit dan layu.​Inovasi Pertanian:​
  • Hidroponik : Penanaman menggunakan instalasi hidroponik dari bahan pipa PVC dan diletakan di depan kelas
  • Penggunaan pupuk AB mix dengan konsentrasi 400-500 ppm​3.

 

  1. Ikan ( Oreochromis niloticus)
  2. Cara Pengelolaan:
  • Di​lakukan penyedotan endapan kotoran di dasar kolam secara berkala agar air tidak keruh sehingga indah dipandang dan tidak menimbulkan bau amonia yang mengganggu aktivitas
  • Bibit ikan yang dibesarkan adalah jenis ikan nila merah
  1. Inovasi Pertanian:
  • Penggunaan bakteri baik agar ekosistem air lebih sehat untuk ikan serta air kurasanya dapat digunakan untuk penambah nutrisi tanaman budidaya lainya

 

  1. ​Cabai ( Capsicum sp)
  2. Luas Lahan : 15x6 m
  3. ​Cara Pengelolaan:
  • ​Dilakukan pembibitan tanaman cabai pada media semai terlebih dahulu
  • ​pengolahan tanah serta penambahan pupuk organik serta kapur pertanian agar tanah sehat
  • ​Dipindah tanam di lahan dengan jarak tanam 40cm dan dengan drainase yang baik (tidak suka genangan air).
  • Irigasi atau pengairan yang konstan khususnya di fase awal tanam agar perakaran bibit tumbuh dengan baik
  • penyiangan gulma secara berkala agar tidak terjadi kompetisi unsur hara dengan gulma - pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dengan mengkombinasikan metode teknis, rekayasa lingkungan, serta penggunaan pestisida yang terkontrol
  • pemupukan setiap bulan sekali dengan takaran 5 gr/tanaman dan tidak terlalu dekat dengan tanaman
  • ​Dilakukan perempelan (pemotongan) tunas air di ketiak daun bagian bawah agar nutrisi fokus ke pembuahan ketika dewasa
  • Penyulaman dilakukan ketika terdapat tanaman yang gagal tumbuh setelah H+20 setelah tanam
  • panen mulai bisa dilakukan saat tanaman berumur +-100 hari hingga 3-5 kali​
  1. Inovasi Pertanian
  • ​Penggunaan bakteri protagonis tanah untuk menekan serangan penyakit tular tanah
  • Sesekali menggunaan pestisida dari bahan organik seperti ekstrak daun pepaya yang dikenal cukup efektif untuk mengurangi residu bahan kimia pada tanaman

 

  1. ​Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot)
  2. Luas Lahan : 15 x 6 m
  3. Cara Pengelolaan:
  • ​Pemilihan Pot yang Tepat: Planter bag ukuran minimal 50 liter agar akar leluasa berkembang.
  • ​Media Tanam Porus: Campuran tanah top soil, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Bagian dasar pot harus diberi kerikil atau pecahan bata merah agar air sisa siraman tidak menggenang (mencegah busuk akar).
  • ​Pemangkasan Rutin (Rumus 1-3-9): Pangkas 1 batang utama untuk menumbuhkan 3 cabang primer, dan pangkas cabang primer untuk menumbuhkan 9 cabang sekunder. Ini menjaga pohon tetap pendek/pendek tapi rimbun dan cepat berbuah serta tidak bertumpuk dengan pohon lainya

​c) Inovasi Pertanian:

  • ​Tabulampot Multi-Varietas (Top Grafting): Siswa diajarkan melakukan grafting (sambung pucuk) beberapa varietas dalam satu pohon pot.
  • Satu pohon satu siswa sebagai penanggung jawab perawatan agar efektif pelaksanaan perawatanya

 

  1. Terong (Solanum melongena sp)
  2. Luas Lahan : 15 x 6 m​
  3. Cara Pengelolaan:
  • ​Dilakukan pembibitan awal tanaman terong pada media semai
  • Apabila dipindah tanam dilahan, maka metode pengelolaan sama dengan cabai secara umum
  • Apabila ditanam di dalam pot, maka menyiapkan media tanam terlebih dahulu dengan perbandingan tanah:pasir:kompos (1:1:1), lalu dimasukan ke dalam pot
  • disiram secara berkala dengan menjaga kapasitas air lapang
  • Pemupukan dan pengendalian HPT sama dengan cabai
  • ​Membutuhkan penyangga (ajir) dari bambu agar tanaman tidak roboh saat buahnya mulai lebat.
  • ​Pemangkasan daun-daun bagian bawah yang sudah tua untuk mencegah jamur. - Penyulaman dilakukan ketika terdapat tanaman yang gagal tumbuh setelah H+20 setelah tanam - panen mulai bisa dilakukan saat tanaman berumur +-100 hari​
  1. Inovasi Pertanian:
  • ​Teknik Sambung Pucuk (Grafting): Menyambung terong (sebagai batang atas) dengan rimbang/pokak (sebagai batang bawah). Rimbang punya akar yang sangat kuat dan tahan penyakit penular tanah, sehingga terong bisa hidup dan berbuah hingga bertahun-tahun.

 

  1. Kacang Tanah (Arachis hipogeae)
  2. Luas Lahan : 15 x 6 m​
  3. Cara Pengelolaan:
  • ​Tanam di tanah yang gembur (porus) agar polong kacang bisa berkembang dengan mudah di dalam tanah.
  • ​Dilakukam pembubunan (menimbun pangkal batang dengan tanah) saat tanaman mulai berbunga agar bakal buah masuk ke dalam tanah dengan sempurna.
  • dilakukan pemupukan sebulan minimal 1 kali atau disetiap fase pertumbuhan dengan takaran 5 gr/tanaman
  • pengendaliam HPT secara terpadu dengan mengkombinasi metode teknis, rekayasa lingkungan, serta penggunaan bahan kimia secara terkontrol - penyulaman dilakukan H+20 hari setelah tanam jika terdapat tanaman yang gagal tumbuh - panen dilakukan saat tanaman berumur +-100 hari​
  1. Inovasi Pertanian:
  • ​Sistem Tumpang Sari Efektif: Menanam kacang tanah di sela-sela tanaman cabai atau terong. Pemanfaatan bakteri rhizobium memberikan jamur baik (rhizobium) pada akar kacang tanah saat penanaman. Kacang tanah akan menyuplai nitrogen alami serta tanaman terong atau cabai mendapat manfaat dari tanah yang terjaga kelembapannya.
  • ​Tanaman Kacang juga akan menyerap kelebihan nutrisi dari sisa pemupukan, sehingga nutrisi dari pupuk yang diberikan pada tanaman lain tidak banyak terbuang.

 

  1. ​Jagung ( Zea mays L.)
  2. Luas Lahan : 15 x 6 m​
  3. Cara Pengelolaan:
  • ​Tanam di tanah yang gembur (porus) serta lubang tanam yang didak terlalu dalam agar benih dapat tumbuh dengan serentak
  • ​Dilakukam pembubunan (menimbun pangkal batang dengan tanah) saat tanaman mulai bertumbuh besar agar akar tanaman dapat tumbuh dengan kokoh dan kuat
  • Dilakukan pemupukan sebulan minimal 1 kali atau disetiap fase pertumbuhan dengan takaran 5 gr/tanaman
  • pengendaliam HPT secara terpadu dengan mengkombinasi metode teknis, rekayasa lingkungan, serta penggunaan bahan kimia secara terkontrol - penyulaman dilakukan H+20 hari setelah tanam jika terdapat tanaman yang gagal tumbuh - panen dilakukan saat tanaman berumur +-100 hari​
  1. Inovasi Pertanian:
  • ​Sama dengan kacang tanah, Sistem Tumpang Sari Efektif: Menanam Jagung di sela-sela tanaman cabai atau terong bersama dengan kacang tanah. Pemanfaatan jamur mikoriza pada akar jagung saat penanaman. Jamur mikoriza akan mensintesis unsur hara fosfat secara alami dalam tanah untuk tanaman tanaman terong atau cabai, selain itu tanah area pertanaman juga akan terjaga kelembapannya.
  • ​Tanaman jagung juga akan menyerap kelebihan nutrisi dari sisa pemupukan sama seperti kacang tanah, sehingga nutrisi dari pupuk yang diberikan pada tanaman lain tidak banyak terbuang.​

 

  1. Pembibitan tanaman (pangan/Horti/perkebunan)

Luas Lahan : 10 x 5 m​

Cara Pengelolaan:

  • ​Pembibitan dilakukan dengan penyiapan media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1
  • Media tanam dimasukan dalam wadah pembibitan secara merata - benih untuk persemaian di lakukan perlakuan dengan menggunakan metode teknis dan kimia menggunakan ZPT agar mudah berkecambah dan sehat
  • Benih mulai ditanam pada media tanam
  • dilakukan penyiraman rutin secara berkala agar media tanam lembap - Bibit tanaman yang telah berhasil tumbuh diberi nutrisi kocor dengan dosis pupuk rendah agar dapat diserap dengan optimal.
  • Bibit hasil persemaian yang telah pindah tanam di pisahkan serta di letakan dibawah sinar matahara yang intens agar tidak etiolasi
  • Metode dan perlakuan benih Penyemaian untuk pembibitan disesuaikan dengan jenis tanaman yang pakai saat itu, karena setiap tanaman memiliki karakter dan kebutuhan hidup yang berbeda-beda.
  1. Inovasi Pertanian:
  • Penggunaan perlakuan rekayasa hormon pertumbuhan seperti auksin dan giberelin pada benih atau bahan tanam pembibitan agar bibit yang dihasilkan lebih besar prosentase keberhasilanya, sehat, dan tahan penyakit
  • Penerapan metode teknis untuk pemecahan masa dorman pada benih tanaman yang akan dilakukan penyemaian untuk mempercepat pertumbuhan akar dan tunas tanaman, seperti pengeringan benih jenis ortodoks dan pengikisan benih yang memiliki tempurung atau kulit yang tebal, serta pemeraman benih jenis rekalsitran agar mata tunas (epikotil) cepat tumbuh"

Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan merupakan wujud komitmen sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktik yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia pertanian modern. Berbagai komoditas yang dibudidayakan beserta inovasi pengelolaannya diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk mengenal teknik budidaya yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Selain mendukung terciptanya ketahanan pangan di lingkungan sekolah, program ini juga menjadi media pembentukan karakter peserta didik melalui pembelajaran yang menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta jiwa inovatif. Dengan pelaksanaan yang berkesinambungan, Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam pengembangan pendidikan berbasis lingkungan, kewirausahaan, dan penguatan kompetensi di bidang pertanian.

 

#smkbisa

#smkhebat

#smkgularajawali

#thenextleader

Profil